PENGARUH KEBIJAKAN
PENYELENGGARA KAMPUS
UNIVERSITAS TOMAKAKA MAMUJU
Oleh:
KELOMPOK 17-FIKOM
FAKULTAS
ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS
TOMAKAKA MAMUJU
|
|
MOTO
Keyakinan adalah sumber
keberhasilan
(Untung Santoso)
Menyerah bukanlah kalah
(Untung Santoso)
Hidu adalah perjuangan
(Untung Santoso)
|
ii
|
PERSEMBAHAN
Kupersembahkan
Kepada :
Orang tua
kami yang selalu memberi dukungan
Dosen dan staf fakultas
ilmu komputer
Serta teman-teman
mahasiswa fakultas ilmu komputer
|
iii
|
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan
kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat rahmat dan hidayatnya kami dapat
menyelesaikan Makalah dengan tema “ Isu
Strategis Pengembangan Kampus” yang berjudul “Pengaruh Kebijakan Penyelenggara Kampus Universitas
Tomakaka Mamuju”.
Dalam menyusun Makalah ini kami banyak mendapat saran dorongan, bimbingan serta keterangan-keterangan yang merupakan
pengalaman.
Dalam menyusun makalah ini
kami menyadari masih terdapat banyak kekurangan yang dibuat baik disengaja
maupun tidak disengaja, untuk itu kami mohon maaf atas segala kekurangan
tersebut.
Akhir kata semoga dapat bermanfaat.
|
Topoyo,20
April 2015
Penyusun
|
|
iv
|
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN
JUDUL.......................................................................................................... i
HALAMAN
MOTO.......................................................................................................... ii
HALAMAN
PERSEMBAHAN........................................................................................ iii
KATA
PENGANTAR...................................................................................................... iv
|
V
|
|
iv
|
BAB
I PENDAHULUAN................................................................................................. 1
A.
Latar Belakang................................................................................................ 1
A.1 Profil Yayasan............................................................................................ 2
A.2 Profil Rektorat........................................................................................... 3
A.3 Profil Fakultas Ilmu
Komputer.................................................................. 5
A.4 Adanya Masalah........................................................................................ 6
A.5 Pentingnya Masalah Untuk
Dipecahkan................................................... 6
B. Ruang Lingkup Makalah.................................................................................... 6
C. Tujuan Penulisan............................................................................................... 7
D. Manfaat Penulisan............................................................................................ 7
BAB
II PEMBAHASAN
A.
Pembahasan Ruang Lingkup........................................................................... 8
1.
Pengembangan Kopetensi Pedagogis....................................................... 9
2.
Pengembangan Kopetensi Teknik Informasi............................................. 10
3.
Pengembangan Kopetensi Manajement /
Administrasi........................... 10
4.
Pengembangan Kopetensi Kurikulum....................................................... 11
5.
Pengembangan Kopetensi Ilmiah ( Riset dan
Publikasi ).......................... 12
6.
Pengembangan Kopetensi Evaluasi........................................................... 13
7.
Pengembangan Kopetensi Personal.......................................................... 14
B.
Solusi................................................................................................................ 16
C. Tanggapan....................................................................................................... 16
BAB
III PENUTUP.......................................................................................................... 18
A.
Kesimpulan............................................................................................................ 18
B.
Saran...................................................................................................................... 18
C.
Penutup.................................................................................................................. 19
CURRICULUM VITAE.................................................................................................... 20
DAFTAR
PUSTAKA........................................................................................................ 24
|
VI
|
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dosen merupakan salah satu kebutuhan utama. Ia diibaratkan mesin
penggerak bagi segala hal yang terkait dengan aktivitas ilmiah dan akademis.
Tanpa dosen, tak mungkin sebuah lembaga pendidikan disebut perguruan tinggi
atau universitas. Sebab itu, di negara-negara maju, sebelum mendirikan sebuah
universitas, hal yang dicari terlebih dahulu adalah dosen. Setelah para
dosennya ditentukan, barulah universitas didirikan, bukan sebaliknya. Demikian pentingnya dosen ini
hingga tidak sedikit perguruan tinggi menjadi terkenal karena kemasyhuran para
dosen yang bekerja di dalamnya.
Dalam posisi sebagai "jantung" perguruan tinggi, dosen sangat
menentukan mutu pendidikan dan kelulusan yang dilahirkan perguruan tinggi tersebut, di samping secara
umum kualitas perguruan tinggi itu sendiri. Jika para dosennya bermutu tinggi,
maka kualitas perguruan tinggi tersebut juga akan tinggi, demikian pula
sebaliknya. Sebaik apapun program pendidikan yang dicanangkan, bila tidak
didukung oleh para dosen bermutu tinggi, maka akan berakhir pada hasil yang
tidak memuaskan. Hal itu karena untuk menjalankan program pendidikan yang baik
diperlukan para dosen yang juga bermutu baik. Dengan memiliki dosen-dosen yang
baik dan bermutu tinggi, perguruan tinggi dapat merumuskan program serta
kurikulum modern untuk menjamin lahirnya kelulusan yang berprestasi dan berkualitas.
Masalah di PerguruanTinggi, membutuhkan sumber daya yang bermutu untuk menjadikan
perguruan tinggi sebagai lembaga pemberi sertifikat / ijazah yang memberikan kontribusi penuh kepada isu-isu atau permasalahan
bangsa, Pendidikan tinggi mempersiapkan seseorang dengan kualifikasi tinggi untuk
menjadi seseorang yang berkualitas, pendidikan tinggi mempersiapkan system yang
hebat di dalam berbagai bidang keilmuan untuk kepentingan pembengunan nasional,
pendidikan tinggi juga merupakan tonggak perkembangan manusia. Oleh karena pentingnya pendidikan tinggi itu kita raih maka sangat penting pula
kualitas perguruan tinggi itu kita tingkatkan melalui berbagai cara serta
ide-ide yang mampu menunjang kemajuan perguruan tinggi tersebut.
A.1 Profil Yayasan
a.
Struktus
Organisasi Yayasan Tanratupattanabali Mamuju
b. Sejarah Yayasan Tanratupattanabali Mamuju
Yayasan
Tanratupattanabali yang didirikan tahun 2005 berdasarkan Akte Notaris Akte
Pendirian Nomor : 17 tanggal 11 Desember 1995 dengan Akta Perubahan Nomor : 17
tanggal 21 Mei 2010 dan telah disahkan sesuai
Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asazi Manusia Republik Indonesia Nomor :
AHU-2065.AH.01.04. Tahun 2010, bermaksud untuk mengaplikasikan apa yang menjadi
sasaran utama dari Yayasan yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan dan
meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Perjalanan dan perkembangan Yayasan
Tanratupattanabali mengalami pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan dinamika dan kebutuhan masyarakat.
c. Identitas
Yayasan
-
Nama
Yayasan : Tanratupattanabali
-
Akte
Notaris : Nomor : 17 tanggal 11 Desember 1995
-
Akta Perubahan :Nomor 17 Tanggal
21 Mei 2010
-
Alamat : Jl. Ir. H. Juanda No.
77 Mamuju
-
Kelurahan : Mamunyu
-
Kecamatan : Mamuju
-
Kabupaten : Mamuju
-
Provinsi : Sulawesi Barat
-
KodePos : 91511
-
No.
Telepon : 0426 - 22085
-
Alamat
e-mail :
yystanratupattanabali_mamuju@yahoo.co.id
-
No.
Faksimile : 0426 - 2324776
-
Tahun
Berdiri : 2005
-
Nama
Ketua Yayasan : Drs. H. Ahmad Taufan
d. Sekolah
yang dibina :
-
Universitas
Tomakaka
-
Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) Tanratupattanabali
A.2 Profil Rektorat
a. Struktur Organisasi Rektorat
b.
Visi Misi dan Tujuan Universitas
Tomakaka Mamuju
-
Visi
Menjadi Universitas terdepan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
serta unggul dalam penciptaan sumber daya manusia yang berkeilmuan dan berwawasan
kebangsaan.
-
Misi
1.
Menyelenggarakam
program pendidikan tinggi yang berkualitas pada jenis program pendidikan akademik,
vokasi dan profesi untuk menghasilkan lulusan kompeten pada bidang keahliannya.
2.
Menyelenggarakan
program pendidikan tinggi yang memiliki nilai-nila imoralitas, mentalitas dan intelektualitas
serta jasmani yang sehat.
3.
Meningkatkan,
mengembangkan mutu kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta menyebarluaskan
hasil-hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) untuk mendorong
peningkatan mutu kelembagaan.
4.
Mengembangkan
system pemberdayaan masyarakat.
5.
Meningkatkan kerja sama dalam bidang akademik dan non
akademik dengan perguruan tinggi lain, pemerintah dan swasta dalam prinsip kesetaraan.
6.
Menciptakan
tatakelola kelembapan yang menganut prinsip-prinsip tatakelola perguruan tinggi
yang baik(good University governance).
-
Tujuan
Menunjang
pembangunan nasional di bidang pendidikan tinggi dalam rangka terciptanya struktur
daya manusia yang cukup, profisional, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, memiliki disiplin, tanggung jawab dampen gabdian yang tinggi serta
rasa kepedulian terhadap pengembangan dan pembangunan daerah.
c. Rincian strategis dan program
pengembangan Universitas Tomakaka Mamuju
1.
Program
pengembangan jangka pendek, melalui kegiatan:
·
Perbaikan
menejemen pengelolaan jurusan
·
Penyempurnaan
kurikulum
·
Peningkatan
fasilitas pembelajaran
2.
Program
Pengembangan jangka menengah meliputu:
·
Peningkatan
pelayanan akademik
·
Peningkatan
kopetensi Dosen
·
Peningkatan
sarana pendukung pembelajaran
·
Peningkatan
mutu kegiatan Tridarma PT
·
Pengembangan
SPMA
3.
Program
pengembangan jangkapanjang
·
Hasil
mutu lulusan
·
Pengembangan
institusi
·
Peningkatan
wawasan keilmuan.
A.3 Profil Fakultas Ilmu Komputer
a. Struktur Organisasi Fakultas Ilmu
Komputer
|
1
|
Hamdan Dangkang, S.Kom., M.T.
|
|||
|
Dekan
|
||||
|
2
|
Astrina, SE.,S.Kom.
|
|||
|
Wakil Dekan 1
|
||||
|
3
|
Juharbi Tahir, S.Pd., M.Pd.
|
|||
|
Wakil Dekan 2
|
||||
|
4
|
Fadli Okfianto Muin, S.Kom.
|
|||
|
Ketua Prodi Sistem Informasi
|
||||
|
5
|
Sulkarnain, A.Md.Kom.,S.Sos.
|
|||
|
Ketua Prodi Teknik Informatika
|
||||
|
6
|
Bahri Halim, A.Md.Kom.
|
|||
|
Sekretaris Prodi Sistem Informasi
|
||||
|
7
|
Fathuddin, S.Pd.
|
|||
|
Sekretaris Ketua Prodi Teknik Informatika
|
||||
|
8
|
Safaruddin, S.Kom.
|
|||
|
Kepala Lab. Komputer
|
||||
|
9
|
Irmawati Ahung
|
|||
|
Bagian Akademik (BAK)
|
||||
|
10
|
Indah Wahyuni
|
|||
|
Staf Umum
|
||||
|
11
|
Muhammad Yunus
|
|||
|
Teknisi Lab. Komputer
|
||||
|
12
|
Muhammad Aras
|
|||
|
Teknisi Lab. Komputer
|
||||
A.4 Adanya Masalah
Masalah yang muncul apabila Kualitas
Pembelajaran tidak di tingkatkan
1.
Kurangnya
keterbukaan antara Dosen dan Mahasiswa;
2.
Kurangnya
daya serap materi yang di berikan kepada mahasiswa;
3.
Sulit
untuk meningkatkan nama baik Universitas;
4.
Kualitas
lulusan akan tidak berkualitas ;
5.
Kurangnya
rasa keperdulian serta keakraban antara Mahasiswa dan Dosen;
6.
Mahasiswa
akan merasa jenuh dengan materi yang di berikan;
7.
Kurang
pemahaman dalam penyelesaian tugas.
A.5 Pentingnya masalah untuk di pecahkan
Masalah tersebut sangat penting untuk di pecahkan guna untuk peningkatan
mutu pendidikan serta menjadikan universitas yang berkualitas serta menjadikan mahasiswa
semangat untuk membuka pikiran untuk pendidikan maka akan menciptakan sarjana
yang berkualitas, cerdas
dan bermasyarakat.
B.
Ruang
Lingkup Makalah
Meliputi:
1.
Program
pengembangan kopetensi dosen
a.
Pengembangan kompetensi pedagogis
b.
Pengembangan kompetensi teknik informasi
c.
Pengembangan kompetensi
manajemen/administrasi
d.
Pengembangan kompetensi kurikulum
e.
Pengembangan kompetensi ilmiah (riset dan
publikasi)
f.
Pengembangan kompetensi evaluasi
g.
Pengembangan kompetensi personal.
C.
Tujuan
Penulisan
Makalah ini kami tulis dengan tujuan sebagai berikut:
1.
Memenuhi
tugas dari Dosen pembimbing;
2.
Memperluas
wawasan dalam menyelesaikan tugas;
3.
Untuk
pemperoleh berbagai reverensi dari berbagai sumber yang berkaitan tentang pembelajaran;
4.
Menciptakan
keterbukaan pemikiran untuk berbgai pendapat;
5.
Serta
agar metu pembelajaran di Fakultas Ilmu Komputer dapat ditingkatkan.
D.
Manfaat Penulisan
Ada pun manfaat penulisan makalah ini yaitu Untuk memenuhi kewajiban sebagai mahasiswa, sebagai Metode untuk menyampaikan
pendapat yang berkaitan tentang pembelajaran Dosen pembimbing, Untuk memperluas
wawasan, Untuk meningkatkan kualitas Dosen dan Mahasiswa, Serta untuk mendapatkan
nilai dari hasil tugas.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pembahasan Ruang Lingkup
Kualitas pembelejaran
Dosen
Profesi dosen sesungguhnya menunjuk pada upaya-upaya yang dilakukan
oleh tenaga pengajar sebagai realisasi dari peran selaku pendidik dan
pembelajar di perguruan tinggi.Dengan demikian, pengembangan profesionalisme
dosen dapat diartikan usaha yang luas untuk meningkatkan kompetensi, kualitas
pembelajaran dan peran akademis tenaga pengajar di perguruan tinggi.
Para pakar pendidikan mengemukakan berbagai pendapat tentang program
pengembangan profesi dosen ini. Menurut J.G. Gaff dan Doughty, sebagaimana dikutip Miarso,
terdapat tiga usaha yang saling berkaitan, yaitu pengembangan instruksional
(instructional development = ID), pengembangan organisasi (organization
development = OD), dan pengembangan profesional (professional development =
PD). Bergquist dan Philips berpendapat bahwa pengembangan tenaga dosen
merupakan bagian inti dari pengembangan kelembagaan (institutional
development), dan meliputi sebagian dari pengembangan personal, pengembangan
profesional, pengembangan organisasi, dan pengembangan masyarakat.
Sementara Nur Syam mengemukakan, pengembangan profesi dosen meliputi
empat kompetensi, yaitu:
1.
Kompetensi pedagogis atau kemampuan dosen
mengelola pembelajaran
2.
Kompetensi kepribadian atau standar
kewibawaan, kedewasaan, dan keteladanan
3.
Kompetensi profesional atau kemampuan dosen
untuk menguasai content dan metodologi pembelajaran
4.
Kompetensi sosial atau kemampuan dosen untuk
melakukan komunikasi sosial, baik dengan mahasiswa maupun masyarakat luas.
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat dirumuskan setidaknya
tujuh bidang kompetensi berikut strategi pengembangannya melalui
program-program tertentu yang mendukung peningkatan bidang-bidang kompetensi
tersebut. Tujuh bidang kompetensi yang dimaksud adalah:
1.
Pengembangan kompetensi pedagogis
2.
Pengembangan kompetensi teknik informasi
3.
Pengembangan kompetensi
manajemen/administrasi
4.
Pengembangan kompetensi kurikulum
5.
Pengembangan kompetensi ilmiah (riset dan
publikasi)
6.
Pengembangan kompetensi evaluasi
7.
Pengembangan kompetensi personal.
1.
Pengembangan Kompetensi Pedagogis
Kompetensi pedagogis atau kemampuan dosen mengelola pembelajaran
merupakan tulang punggung keberhasilan proses pendidikan di perguruan tinggi.
Kompetensi pedagogis ini terkait dengan cara mengajar yang baik dan tepat,
sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Seorang
dosen, selain harus memiliki kepakaran di bidang keilmuannya, juga harus
menguasai teori-teori dan teknik pengajaran serta aplikasinya dalam proses
pembelajaran di perguruan tinggi. Sebab itu, peningkatan kemampuan di bidang
ini merupakan hal utama dalam pengembangan profesionalisme dosen.
Beberapa perguruan tinggi di Amerika Serikat mengukur kualitas sebuah
fakultas melalui kemampuan para dosennya dalam mengelola proses pembelajaran.
Demikian pula mata kuliah yang diberikan kepada mahasiswa juga disesuaikan
dengan kemampuan pedagogis para dosennya. Dosen tidak hanya dinilai dari
penguasaan terhadap bidang studinya atau pengembangan teori-teori ilmiahnya,
namun juga pada kemampuannya mengajar serta mengelola pembelajaran di dalam
kelas yang mencakup pendekatan, strategi, metode, dan seni mengajarnya.
Untuk meningkatkan kemampuan pedagogis ini, para tenaga dosen perlu
diberikan pelatihan yang terkait dengan metode pengajaran di perguruan tinggi
yang meliputi:
a.
Metode Diskusi (Discussion Method). Metode
ini lebih efektif dari metode ceramah, karena diskusi menuntut mental dan
pikiran serta tukar menukar pendapat. Selain itu, diskusi juga lebih
komunikatif, mampu menjelaskan hal-hal yang masih semu, dan mampu mengungkap tingkat
keaktifan setiap mahasiswa.
b.
Metode Studi Kasus (The Case Method). Metode
ini relevan terutama untuk program studi yang menekankan penerapan suatu hukum
terhadap suatu kasus, misalnya di fakultas hukum atau fakultas pertanian, dan
lain-lain. Suatu kasus dijadikan bahan untuk diskusi mahasiswa di bawah
bimbingan dosen.
c.
Metode Tutorial (Tutorial Method). Metode
ini berupa penugasan kepada beberapa mahasiswa tentang suatu objek tertentu,
lalu mereka mendiskusikannya dengan pakar di bidangnya untuk memastikan
validitas pemahaman mereka tentang objek tersebut.
d.
Metode Tim Pengajar (Team Teaching Method).
Salah satu bentuk dari metode ini adalah sekurang-kurangnya dua orang dosen
mengajar satu materi kuliah yang sama dalam waktu yang sama pula, namun dengan pokok
bahasan yang saling melengkapi.
e.
Metode Ceramah. Metode ini muncul paling
awal dan banyak digunakan terutama jika mahasiswa dalam satu kelas sangat
banyak.
2.
Pengembangan Kompetensi Teknik Informasi
Ini disebut dengan zaman teknologi informasi.
Perkembangan teknologi informasi yang demikian cepat merupakan tantangan baru
bagi para praktisi pendidikan, termasuk dosen. Para pakar pendidikan memandang
bahwa penguasaan para dosen terhadap teknologi informasi sangat berpengaruh
terhadap kesuksesannya dalam mengelola pembelajaran di perguruan tinggi.
Sebab itu, para dosen perlu diberikan pelatihan penggunaan berbagai
macam teknologi informasi yang tersedia saat ini, mulai dari komputer,
televisi, telepon, video conference, hingga dunia internet. Pengembangan kemampuan
memanfaatkan teknologi informasi ini dibutuhkan dalam perencanaan pendidikan,
terutama yang terkait dengan analisis, desain, implementasi, manajemen, hingga
evaluasi instruksional pendidikan.
Untuk pengembangan kemampuan teknologi informasi ini dibutuhkan
beberapa hal berikut:
a.
Ketersediaan fasilitas teknologi berikut
perlengkapannya, baik berupa komputer, video, proyektor, perlengkapan internet,
dan sebagainya.
b.
Ketersediaan isi serta bahan-bahan terkait
metode penggunaan teknologi informasi tersebut untuk mendukung metode
pengajaran dan pelaksanaan kurikulum pendidikan.
c.
Penyelenggaraan pelatihan bagi para dosen
tentang cara penggunaan alat-alat teknologi informasi tersebut, sehingga pada
saatnya mereka dapat mengajarkannya juga kepada para mahasiswa. Dengan
demikian, proses pembelajaran akan berlangsung lebih efektif dan produktif.
3.
Pengembangan Kompetensi Manajemen/Administrasi
Sistem manajemen perguruan tinggi berbeda dengan manajemen di
lembaga-lembaga lainnya. Di lingkungan perguruan tinggi terdapat komunitas
berbeda yang saling terkait, yaitu mahasiswa, dosen, pegawai, dan para pekerja.
Mereka semua diatur oleh pimpinan. Demikian pula model manajemen yang
diterapkan di sebuah perguruan tinggi mengalami perubahan berdasarkan
perkembangan perguruan tinggi tersebut. Manajemen di perguruan tinggi yang baru
didirikan berbeda dengan manajemen di perguruan tinggi yang sudah maju.
Dengan asumsi ini, para dosen sebagai bagian utama dari perguruan
tinggi, sesungguhnya dibutuhkan untuk terlibat secara langsung dalam mengelola
perguruan tinggi, baik pada level pimpinan universitas, fakultas, jurusan,
program studi, maupun tim-tim yang dibentuk khusus untuk tujuan tertentu. Sebab
itu, pengembangan kemampuan manajemen sangat penting bagi para dosen. Jika mereka
diharapkan untuk memberikan kontribusi signifikan dalam pengelolaan perguruan
tinggi, maka kemampuan administrasi dan manajemen mereka perlu terus
ditingkatkan.
Untuk menunjang kemampuan manajemen para dosen, perlu diberikan
pelatihan intensif dan berkesinambungan mengenai manajemen/administrasi umum,
administrasi/manajemen perguruan tinggi, perumusan strategi pendidikan,
dasar-dasar perencanaan pendidikan, manajemen kurikulum, pengambilan keputusan,
administrasi/manajemen kepegawaian, manajemen sumber daya manusia, manajemen
konflik, penyusunan program berikut
pelaksanaannya, hubungan masyarakat, dan sebagainya.
4.
Pengembangan Kompetensi Kurikulum
Kurikulum merupakan fundamen yang sangat penting untuk mencetak
mahasiswa yang berkualitas tinggi. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang
kandungannya memperhatikan kemampuan peserta didik serta mampu mendorong
kemampuan mereka menjadi daya kreatif dan inovatif. Di sinilah salah satu peran
penting para dosen. Mereka adalah kunci pembuka pengembangan kurikulum, karena
merekalah yang paling menguasai secara mendalam masing-masing disiplin
keilmuan.
Namun penguasaan terhadap suatu disiplin ilmu bukanlah satu-satunya
ukuran kesuksesan profesi seorang dosen. Mereka juga dituntut mampu merumuskan
kurikulum yang dapat menciptakan para sarjana dengan prestasi akademik yang
tinggi, berperilaku terhormat, serta berbudi baik. Karena itu, para dosen perlu
diberikan kesempatan untuk mengikuti perkembangan terbaru bidang ilmu yang
digelutinya agar mereka dapat merumuskan kurikulum uga berdasarkan perkembangan
terbaru. Mereka juga perlu didukung secara moral dan dana untuk
menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bertujuan menciptakan kurikulum
terbaik.
Untuk meningkatkan kemampuan tenaga dosen dalam merumuskan kurikulum,
perlu diselenggarakan kegiatan berupa:
a.
Pertemuan, baik seminar, lokakarya, maupun
lainnya, yang tujuannya memperbarui pengetahuan para dosen tentang perkembangan
terbaru di bidang disiplin ilmu tertentu. Pengetahuan itu akan menjadi bekal
mereka dalam merumuskan kurikulum yang baik.
b.
Pelatihan cara menyusun rencana materi
pengajaran. Tugas ini terbilang sulit terutama bagi para dosen baru. Tetapi ia
sangat penting karena dapat membantu dosen mengatur kisi-kisi pengajarannya,
seperti tujuan, isi, model, strategi, evaluasi dan referensi pengajaran.
c.
Pelatihan cara merancang rencana materi
pengajaran berdasarkan tujuan dan target dari masing-masing materi pelajaran,
serta unsur-unsur rencana pengajaran.
d.
Pertemuan, baik seminar, lokakarya, maupun
lainnya, yang diadakan setelah pembaruan kurikulum dengan maksud menyatukan
persepsi di antara para dosen tentang metode dan cara yang efektif untuk
menjalankan kurikulum tersebut agar berhasil seperti yang diharapkan. Dengan
pertemuan tersebut akan terjadi harmoni antara kurikulum baru dengan
perkembangan pengetahuan para dosen.
5.
Pengembangan Kompetensi Ilmiah (Riset dan Publikasi)
Salah satu tugas pokok perguruan tinggi adalah mengembangkan ilmu
pengetahuan. Tugas tersebut direalisasikan melalui pengkajian dan riset-riset
ilmiah yang dilakukan oleh komunitas akademik yang terdapat di dalamnya,
terutama para dosen. Dengan demikian tugas para dosen tidak terbatas pada
kegiatan mengajar saja. Mereka juga dituntut terus melakukan riset-riset ilmiah
secara serius dalam bidang yang digelutinya agar dapat menyumbang dan
memperkaya ilmu pengetahuan.
Di negara maju seperti Amerika Serikat, para dosen diharuskan untuk
terus melakukan penelitian dan menerbitkan karya-karya merekamelalui
jurnal-jurnal ilmiah atau buku.Seorang dosen yang tidak lagi meneliti dan
menerbitkan karya ilmiahnya akan diberhentikan oleh universitas meskipun dia
telah bekerja dalam waktu yang lama. Slogan yang jamak didengar di perguruan
tinggi Amerika tentang hal ini adalah: " terbitkan karya atau karir binasa
(publish or perish)".
Beberapa indikator yang umumnya
dipakai untuk menilai produktivitas ilmiah seorang dosen adalah jumlah dan
kualitas publikasi ilmiahnya, penghargaan dan pengakuan atas karya maupun
integritas ilmiahnya, serta tingkat aktivitas ilmiahnya, seperti keanggotaannya
di lembaga-lembaga ilmiah dan partisipasinya dalam seminar, lokakarya dan
kegiatan ilmiah lainnya.
Di antara program yang perlu
dilaksanakan untuk mengembangkan produktivitas ilmiah para dosen adalah:
a.
Pelatihan metodologi dan etika penelitian
ilmiah dengan segala aspeknya terutama yang terkait dengan disiplin ilmu
masing-masing kelompok dosen.
b.
Penyediaan sarana dan fasilitas yang
dibutuhkan untuk penelitian, seperti komputer, laboratorium, perpustakaan yang
lengkap, dan sebagainya
c.
Pengaturan beban jam mengajar para dosen
agar mereka mempunyai kesempatan untuk menulis buku, menghadiri seminar, atau
melakukan semua proses penelitian
d.
Mendukung dana atau membantu menghubungkan
dengan lembaga yang dapat membiayai proyek penelitian mereka.
6. Pengembangan Kompetensi Evaluasi
Perguruan tinggi adalah salah satu lembaga pendidikan yang menjadikan
evaluasi sebagai salah satu cara mengembangakan kualitasnya. Hal itu karena
evaluasi yang benar merupakan salah satu cara terbaik untuk mengembangkan
proses pembelajaran. Dengan evaluasi yang benar akan diketahui secara objektif
kelebihan dan kekurangan sebuah sistem pembelajaran sehingga program
pengembangan ataupun perbaikan dapat dirumuskan dengan tepat. Begitu pula, melalui
evaluasi akan diketahui sejauh mana sebuah perguruan tinggi dapat mewujudkan
tujuan dan target yang telah dicetuskan saat pendiriannya. Sebab itu, untuk
mengembangkan mutu perguruan tinggi, dibutuhkan evaluasi yang benar dan akurat
terhadap dosen, kurikulum, sistem manajemen, mahasiswa, dan elemen-elemen pokok
lainnya.
Dalam proses evaluasi pendidikan di perguruan tinggi ini, para tenaga
dosen memiliki peran yang sangat penting, karena merekalah yang berhak menilai
dan menimbang kualitas pembelajaran yang mereka berikan atau yang berlaku di
universitas tempat mereka mengabdikan diri. Selain sebagai pihak yang
mengevaluasi, para dosen juga merupakan objek evaluasi. Kinerja mereka sebagai
tenaga pengajar juga dinilai untuk diperbaiki atau diberi penghargaan berupa
kenaikan pangkat.
Karena itu, untuk mengembangkan kemampuan dosen dalam melakukan
evaluasi pendidikan, perlu diadakan:
a.
Pelatihan tentang filosofi dan teori-teori
evaluasi modern dalam bidang pendidikan agar dosen menyadari bahwa evaluasi merupakan
bagian yang inheren dan penting dalam proses pendidikan. Selain itu agar mereka
memahami mekanisme evaluasi pendidikan yang benar.
b.
Pelatihan tentang teknik-teknik dan
model-model evaluasi untuk kemudian menentukan metode evaluasi yang kuratif demi
perbaikan dan pengembangan program-program akademis selanjutnya
c.
Pelatihan tentang cara menyusun rencana
evaluasi dan mekanisme implementasinya, baik untuk menilai kinerja dosen
sendiri maupun tingkat capaian mahasiswa secara objektif, menetapkan standar dan kriteria, serta
melakukan pengujian-pengujian terhadap pelaksanaan program-program akademis di
perguruan tinggi.
7. Pengembangan Kompetensi Personal
Di era globalisasi seperti sekarang ini, di mana dunia berubah begitu
cepat, perguruan tinggi dihadapkan pada tantangan yang lebih kompleks. Berkat
kemajuan sains dan teknologi, metodologi pendidikan juga melaju pesat dengan
bertumpu pada metode serta teknologi mutakhir. Di tengah situasi ini, tidak ada
jalan lain bagi perguruan tinggi kecuali memulai merumuskan program
pengembangan komprehensif, termasuk peningkatan profesionalisme para dosennya.
Sebagai salah satu pilar utama perguruan tinggi, tingkat kemampuan dan
integritas personal para dosen menjadi salah satu faktor yang menentukan
optimalisasi proses pendidikan dan pengajaran di perguruan tinggi. Jika para
dosen tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta
perubahan metode atau teknologi pendidikan yang berubah cepat, maka yang
terancam bukan hanya masa depan para lulusannya, tetapi juga eksistensi dan
masa depan perguruan tinggi tersebut. Karena itu, dosen dituntut untuk terus
meningkatkan kemampuan ilmiah dan kepribadiannya melalui berbagai upaya yang
mungkin dilakukannya.
Sebenarnya tidak ada program khusus untuk mengembangkan integritas
personal para dosen. Setiap dosen berhak menentukan program apa yang dibutuhkan
untuk mengembangkan profesionalismenya. Semua program pengembangan yang telah
dijelaskan sebelum ini misalnya, pada dasarnya merupakan program-program yang
mengacu pada pengembangan integritas personal dosen. Seorang dosen dapat
memilih salah satunya atau menambahkan program lain yang dipandangnya relevan
untuk dirinya.
Meski demikian, beberapa pakar pendidikan mengemukakan program-program
yang perlu dilakukan para dosen dalam rangka melejitkan potensi dan kemampuan
dirinya. Program-program ini mendorong para dosen untuk:
a.
Sesering mungkin berpartisipasi dalam
seminar atau konferensi yang terkait displin keilmuannya, baik di tingkat
nasional maupun internasional.
b.
Melakukan studi komparatif ke perguruan
tinggi atau lembaga pendidikan lainnya di dalam dan luar negeri untuk
mengetahui serta belajar dari pengalaman lembaga-lembaga pendidikan lain
tersebut
c.
Berusaha membentuk semacam asosiasi para
pakar atau organisasi profesi di bidang keilmuannya untuk kemudian menggelar
kegiatan-kegiatan ilmiah serta menerbitkan jurnal-jurnal ilmiah
d.
Menyusun program-program pelatihan dan
proyek-proyek penelitian berskala nasional dan internasional bekerjasama dengan
lembaga-lembaga ilmiah di dalam atau di luar negeri.
e.
Memanfaatkan kerjasama yang sudah terjalin
dengan lembaga-lembaga nasional maupun internasional dalam rangka
internasionalisasi perguruan tinggi dan pengabdian terhadap kemanusiaan secara
umum.
f.
Terkait dengan etika pribadi, seorang dosen
dituntut untuk mencintai kebenaran dan selalu berusaha menemukan
kebenaran-kebenaran baru, toleran terhadap perbedaan pendapat, adil, jujur
serta bertanggung jawab.
Program-program tersebut lebih banyak menekankan pada upaya pribadi
dosen, karena sejatinya program pengembangan integritas personal dosen tidak
harus selalu mengacu pada program yang disiapkan perguruan tinggi, tapi juga
membutuhkan inisiatif internal dan usaha keras dari dalam diri masing-masing
dosen.
Salah satu cita-cita perguruan tinggi di Indonesia adalah menjadi
perguruan tinggi bertaraf internasional (world class university). Cita-cita ini membutuhkan kerja keras dari
seluruh elemen perguruan tinggi untuk memperbaiki dan mengembangkan kualitas
pembelajarannya. Salah satu program pengembangan yang seharusnya mendapat
prioritas adalah pengembangan profesionalisme dosen sebagai elemen pokok
perguruan tinggi. Pengembangan profesionalisme dosen ini sangat penting untuk
meningkatkan mutu perguruan tinggi di Indonesia.
B. Solusi
Solusi yang dapat digunakan untuk
mengimplementasikan program-program pengembangan tersebut adalah:
1.
Jika
terdapat permasalahan antara dosen dan mahasiswa harus di berikan kesempatan
untuk menyampaikan pendapat untuk menyelesaikan masalah tersebut.
2.
Pihak
kampus herus dapat memberikan kesejahteraan kepada para dosen agar tercipta
semangan untuk peningkatan kualitas pendidikan.
3.
Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan
yang bertujuan menambah wawasan dan pengetahuan para dosen, baik yang terkait
dengan disiplin ilmu yang ditekuninya maupun keahlian pedagogi dan kependidikan
secara umum.
4.
Pendirian lembaga atau pusat-pusat
pengembangan ilmu pengetahuan dan profesi akademis, termasuk profesi dosen,
yang prioritas kegiatannya terkait dengan pelaksanaan riset-riset ilmiah dan
pelatihan peningkatan kompetensi akademis.
5.
Kerjasama ilmiah dengan perguruan tinggi
lain, baik berupa pertukaran dosen, riset bersama (join research), maupun
program double degree. Kerjasama ilmiah ini juga bisa dilakukan antara
perguruan tinggi dengan pusat-pusat penelitian, atau perusahaan-perusahaan,
baik di tingkat nasional maupun internasional.
-
Tanggapan
-
I Putu Sudarmawan
Menurut saya untuk meningkatkan
kualitas tenaga pengajar/Dosen karena majunya kualitas pendidikan di Perguruan Tinggi
adalah Dosen yang berkualitas. Jika Universitas Tomakaka Mamuju menerapkan pada
pembahasan tersebut saya yakin Universitas Tomakaka Mamuju akan menjadi
Universitas populer.
-
I Wayan Robi
Jika Universitas Tomakaka Mamuju
ingin memiliki kualitas belajar mengajar yang yang baik haruslah memiliki
aspek-aspek yang telah di bahas pada Bab II
-
Niluh Eka Ariani
Dosen agar lebih kreatif dalam mengajar untuk meningkatkan kualitas
Mahasiswa agar bisa lebih dikembangkan dalam masyarakat.
-
Anik Yenita
saya berharap dengan disusunnya makalah ini, dapat menjadi sebuah kritik
bagi para tenaga pendidik, khususnya di Universitas Tomakaka Mamuju untuk
meningkatkan kualitas belajarmengajar.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Program-program tersebut perlu dilaksanakan secara teratur dan
berkesinambungan agar betul-betul tercipta para dosen yang berkualitas tinggi
dan mampu mendorong kemajuan perguruan tinggi.
Yang mana program-program tersebut merupakan Tujuh bidang kompetensi di
antaranya meliputi:
1.
Pengembangan kompetensi pedagogis
2.
Pengembangan kompetensi teknik informasi
3.
Pengembangan kompetensi
manajemen/administrasi
4.
Pengembangan kompetensi kurikulum
5.
Pengembangan kompetensi ilmiah (riset dan
publikasi)
6.
Pengembangan kompetensi evaluasi
7.
Pengembangan kompetensi personal.
Dengan
usaha yang sungguh-sungguh dari perguruan tinggi untuk mengembangkan
profesionalisme para dosennya, diharapkan akan tercipta para dosen yang mampu
menjalankan tugasnya secara profesional, yaitu mencetak para ilmuwan dan tenaga
ahli di berbagai bidang, mencerdaskan kehidupan bangsa dalam arti yang
seluas-luasnya, serta mengembangkan pribadi-pribadi manusia Indonesia
seutuhnya. Dengan demikian kita bisa berharap dari rahim perguruan tinggi akan
lahir para pemimpin dan generasi bangsa yang mampu membawa Indonesia menjadi
bangsa yang maju dan bermartabat.
B.
Saran
Untuk
semua Universitas khususnya Universitas tomakaka mamuju, Kami selaku penulis sangat
mengharapkan kerjasamanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui
program-program yang mana telah dibahas demi terciptanya sarjana yang
berkualitas.
C.
Penutup
Demikian makalah yang kami susun
semoga bermanfaat untuk kemajuan Universitas Tomakaka Mamuju dalam mencetak
sarjana muda yang berkualitas sebagai generasi penerus yang maju serta memiliki
sikap kedewasaan dalam menyelesaikan berbagai macam masalah di masyarakat.
Pesan
Kami harapkan dari sekian materi
yang telah kita bahas semoga dapat kita mengerti serta kita terapkan dalam sebuah
Universitas, yang mana peranan seorang Dosen sangat penting dalam peningkatan
sebuah Universtas .
Kesan
Kami mengucapkan banyak terimakasih dimana kami telah diberi ksempatan
untuk menguraikan karya tulis kami, Lebih dan kurangnya kami mohon maaf yang
sebesar-besarnya . Akhir kata saya ucapkan terimakasih.
CURRICULUM VITAE
DATA PRIBADI
Nama :
I Putu Sudarmawan
Tempat/Tanggal Lahir : Mamuju 28
Agustus 1994
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Agama :
Hindu
Tinggi Badan : 160 cm
Berat Badan : 49 Kg
Alamat :
Desa Bambadaru
Hp :
0852 9971 5062
E-mail :
smawan28@yahoo.com
DATA PENDIDIKAN
SD :
SD Inpres Bambadaru,Tahun 2007
SMP :
SMP Negeri 5 Budong-Budong, Tahun 2010
SMA :
SMA Negeri 1 Tobadak,
Tahun 3013
KEMAMPUAN
Informasi Tehnologi : Microsoft Word dan Excel
Bahasa :
Indonesia
DATA PRIBADI
Nama :
I Wayan Robi
Tempat/Tanggal Lahir : Tappilina
10 Oktober 1994
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Agama :
Hindu
Tinggi Badan : 160 cm
Berat Badan : 150 kg
Alamat :
Desa Tappilina
Hp :
0823 9391 0931
E-mail :
DATA PENDIDIKAN
SD :
SD Inpres Tappilina Tahun 2007
SMP :
SMP Negeri 7 Budong-budong 2010
SMA :
SMA Negeri 1 Topoyo Tahun 2013
KEMAMPUAN
Informasi Tehnologi : Microsoft Word dan Excel
Bahasa :
Indonesia
DATA PRIBADI
Nama :
Niluh Eka Ariani
Tempat/Tanggal Lahir : Tobadak
14 february 1995
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama :
Hindu
Tinggi Badan : 160 cm
Berat Badan : 46 kg
Alamat :
Desa Palongaan
Hp :
0822 9856 5229
E-mail :
ekhaariani14@gmail.com
DATA PENDIDIKAN
SD :
SD Inpres Bambadaru,Tahun 2007
SMP :
SMP Negeri 5 Budong-Budong, Tahun 2010
SMA :
SMA Negeri 1 Tobadak,
Tahun 2013
KEMAMPUAN
Informasi Tehnologi : Microsoft Word dan Excel
Bahasa :
Indonesia
DATA PRIBADI
Nama :
Anik Yenita
Tempat/Tanggal Lahir : Mamuju 30
Maret 1995
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama :
Hindu
Tinggi Badan : 157 cm
Berat Badan : 45 kg
Alamat :
Desa Palongaan
Hp :
0822 9217 1569
E-mail :
DATA PENDIDIKAN
SD :
SD Inpres Palongaan Tahun 2007
SMP :
SMP Negeri 5 Budong-Budong, Tahun 2010
SMA :
SMA Negeri 1 Tobadak,
Tahun 2013
KEMAMPUAN
Informasi Tehnologi : Microsoft Word dan Excel
Bahasa :
Indonesia
DAFTAR PUSTAKA
2. DUniversitas Tomakaka Mamuju
2009-2014
DOKUMENTASI BERSAMA ANGGOTA KELOMPOK



