Selasa, 16 Juni 2015

PENGARUH KEBIJAKAN PENYELENGGARA KAMPUS



 





PENGARUH KEBIJAKAN PENYELENGGARA KAMPUS
UNIVERSITAS TOMAKAKA MAMUJU









Oleh:
KELOMPOK 17-FIKOM






FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS TOMAKAKA MAMUJU

2015


MOTO



Keyakinan adalah sumber keberhasilan
             (Untung Santoso)

                        Menyerah bukanlah kalah
       (Untung Santoso)

                                    Hidu adalah perjuangan
                                         (Untung Santoso)




























ii
                                                                                                                                               
PERSEMBAHAN


Kupersembahkan Kepada :
Orang tua kami yang selalu memberi dukungan
                        Dosen dan staf fakultas ilmu komputer
                                    Serta teman-teman mahasiswa fakultas ilmu komputer

























iii
                                                                                                                                   
KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa  atas limpahan rahmat rahmat dan hidayatnya kami dapat menyelesaikan Makalah dengan tema “ Isu Strategis Pengembangan Kampus” yang berjudul Pengaruh Kebijakan Penyelenggara Kampus Universitas Tomakaka Mamuju.
            Dalam menyusun Makalah ini kami banyak mendapat saran dorongan, bimbingan  serta keterangan-keterangan yang merupakan pengalaman.
            Dalam menyusun makalah ini kami menyadari masih terdapat banyak kekurangan yang dibuat baik disengaja maupun tidak disengaja, untuk itu kami mohon maaf atas segala kekurangan tersebut.
            Akhir kata semoga dapat bermanfaat.
Topoyo,20 April 2015
Penyusun
iv

 

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL..........................................................................................................      i
HALAMAN MOTO..........................................................................................................      ii
HALAMAN PERSEMBAHAN........................................................................................      iii
KATA PENGANTAR......................................................................................................      iv
V
iv
DAFTAR ISI.....................................................................................................................      v
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................      1
A.      Latar Belakang................................................................................................      1
A.1 Profil Yayasan............................................................................................      2
A.2 Profil Rektorat...........................................................................................      3
A.3 Profil Fakultas Ilmu Komputer..................................................................      5
A.4 Adanya Masalah........................................................................................      6
A.5 Pentingnya Masalah Untuk Dipecahkan...................................................      6
            B. Ruang Lingkup Makalah....................................................................................      6
            C. Tujuan Penulisan...............................................................................................      7
            D. Manfaat Penulisan............................................................................................      7
BAB II PEMBAHASAN
A.      Pembahasan Ruang Lingkup...........................................................................      8
1.      Pengembangan Kopetensi Pedagogis.......................................................      9
2.      Pengembangan Kopetensi Teknik Informasi.............................................      10
3.      Pengembangan Kopetensi Manajement / Administrasi...........................      10
4.      Pengembangan Kopetensi Kurikulum.......................................................      11
5.      Pengembangan Kopetensi Ilmiah ( Riset dan Publikasi )..........................      12
6.      Pengembangan Kopetensi Evaluasi...........................................................      13
7.      Pengembangan Kopetensi Personal..........................................................      14
B.      Solusi................................................................................................................      16
C.     Tanggapan.......................................................................................................      16
BAB III PENUTUP..........................................................................................................      18
A.     Kesimpulan............................................................................................................      18
B.     Saran......................................................................................................................      18
C.      Penutup..................................................................................................................       19
CURRICULUM VITAE....................................................................................................       20
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................      24
VI
DOKUMENTASI BERSAMA ANGGOTA KELOMPOK............................................      25




BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Dosen merupakan salah satu kebutuhan utama. Ia diibaratkan mesin penggerak bagi segala hal yang terkait dengan aktivitas ilmiah dan akademis. Tanpa dosen, tak mungkin sebuah lembaga pendidikan disebut perguruan tinggi atau universitas. Sebab itu, di negara-negara maju, sebelum mendirikan sebuah universitas, hal yang dicari terlebih dahulu adalah dosen. Setelah para dosennya ditentukan, barulah universitas didirikan, bukan sebaliknya. Demikian pentingnya dosen ini hingga tidak sedikit perguruan tinggi menjadi terkenal karena kemasyhuran para dosen yang bekerja di dalamnya.
Dalam posisi sebagai "jantung" perguruan tinggi, dosen sangat menentukan mutu pendidikan dan kelulusan yang dilahirkan perguruan tinggi tersebut, di samping secara umum kualitas perguruan tinggi itu sendiri. Jika para dosennya bermutu tinggi, maka kualitas perguruan tinggi tersebut juga akan tinggi, demikian pula sebaliknya. Sebaik apapun program pendidikan yang dicanangkan, bila tidak didukung oleh para dosen bermutu tinggi, maka akan berakhir pada hasil yang tidak memuaskan. Hal itu karena untuk menjalankan program pendidikan yang baik diperlukan para dosen yang juga bermutu baik. Dengan memiliki dosen-dosen yang baik dan bermutu tinggi, perguruan tinggi dapat merumuskan program serta kurikulum modern untuk menjamin lahirnya kelulusan yang berprestasi dan berkualitas.
            Masalah di PerguruanTinggi, membutuhkan sumber daya yang bermutu untuk menjadikan perguruan tinggi sebagai lembaga pemberi sertifikat / ijazah yang memberikan kontribusi penuh kepada isu-isu atau permasalahan bangsa, Pendidikan tinggi mempersiapkan seseorang dengan kualifikasi tinggi untuk menjadi seseorang yang berkualitas, pendidikan tinggi mempersiapkan system yang hebat di dalam berbagai bidang keilmuan untuk kepentingan pembengunan nasional, pendidikan tinggi juga merupakan tonggak perkembangan  manusia. Oleh karena pentingnya pendidikan tinggi itu kita raih maka sangat penting pula kualitas perguruan tinggi itu kita tingkatkan melalui berbagai cara serta ide-ide yang mampu menunjang kemajuan perguruan tinggi tersebut.
A.1            Profil Yayasan
a.      Struktus Organisasi Yayasan  Tanratupattanabali Mamuju















b.      Sejarah Yayasan Tanratupattanabali Mamuju
Yayasan Tanratupattanabali yang didirikan tahun 2005 berdasarkan Akte Notaris Akte Pendirian Nomor : 17 tanggal 11 Desember 1995 dengan Akta Perubahan Nomor : 17 tanggal 21 Mei 2010  dan telah disahkan sesuai Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asazi Manusia Republik Indonesia Nomor : AHU-2065.AH.01.04. Tahun 2010, bermaksud untuk mengaplikasikan apa yang menjadi sasaran utama dari Yayasan yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Perjalanan dan perkembangan Yayasan  Tanratupattanabali mengalami pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan dinamika  dan kebutuhan masyarakat.
c.      Identitas Yayasan
-          Nama Yayasan            : Tanratupattanabali
-          Akte Notaris               : Nomor : 17 tanggal 11 Desember 1995
-          Akta Perubahan          :Nomor 17  Tanggal 21 Mei 2010
-          Alamat                        : Jl. Ir. H. Juanda No. 77 Mamuju
-          Kelurahan                   : Mamunyu
-          Kecamatan                  : Mamuju
-          Kabupaten                  : Mamuju
-          Provinsi                       : Sulawesi Barat
-          KodePos                     : 91511
-          No. Telepon                : 0426 - 22085
-          Alamat e-mail             : yystanratupattanabali_mamuju@yahoo.co.id
-          No. Faksimile             : 0426 - 2324776
-          Tahun Berdiri              : 2005
-          Nama Ketua Yayasan : Drs. H. Ahmad Taufan
d.      Sekolah yang dibina :
-          Universitas Tomakaka
-          Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tanratupattanabali
A.2           Profil Rektorat
a.      Struktur Organisasi Rektorat
 


















b.      Visi Misi dan Tujuan Universitas Tomakaka Mamuju

-          Visi
Menjadi Universitas terdepan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta unggul dalam penciptaan sumber daya manusia yang berkeilmuan dan berwawasan kebangsaan.

-          Misi
1.      Menyelenggarakam program pendidikan tinggi yang berkualitas pada jenis program pendidikan akademik, vokasi dan profesi untuk menghasilkan lulusan kompeten pada bidang keahliannya.
2.      Menyelenggarakan program pendidikan tinggi yang memiliki nilai-nila imoralitas, mentalitas dan intelektualitas serta jasmani yang sehat.
3.      Meningkatkan, mengembangkan mutu kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta menyebarluaskan hasil-hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) untuk mendorong peningkatan mutu kelembagaan.
4.      Mengembangkan system pemberdayaan masyarakat.
5.      Meningkatkan  kerja sama dalam bidang akademik dan non akademik dengan perguruan tinggi lain, pemerintah dan swasta dalam prinsip kesetaraan.
6.      Menciptakan tatakelola kelembapan yang menganut prinsip-prinsip tatakelola perguruan tinggi yang baik(good University governance).
-          Tujuan
Menunjang pembangunan nasional di bidang pendidikan tinggi dalam rangka terciptanya struktur daya manusia yang cukup, profisional, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki disiplin, tanggung jawab dampen gabdian yang tinggi serta rasa kepedulian terhadap pengembangan dan pembangunan daerah.

c.      Rincian strategis dan program pengembangan Universitas Tomakaka Mamuju
1.      Program  pengembangan jangka pendek, melalui kegiatan:
·         Perbaikan menejemen pengelolaan jurusan
·         Penyempurnaan kurikulum
·         Peningkatan fasilitas pembelajaran
2.      Program Pengembangan jangka menengah meliputu:
·         Peningkatan pelayanan akademik
·         Peningkatan kopetensi Dosen
·         Peningkatan sarana pendukung pembelajaran
·         Peningkatan mutu kegiatan Tridarma PT
·         Pengembangan SPMA
3.      Program pengembangan jangkapanjang
·         Hasil mutu lulusan
·         Pengembangan institusi
·         Peningkatan wawasan keilmuan.

A.3           Profil Fakultas Ilmu Komputer
a.      Struktur Organisasi Fakultas Ilmu Komputer
1
Hamdan Dangkang, S.Kom., M.T.

Dekan



2
Astrina, SE.,S.Kom.


Wakil Dekan 1


3
Juharbi Tahir, S.Pd., M.Pd.


Wakil Dekan 2


4
Fadli Okfianto Muin, S.Kom.


Ketua Prodi Sistem Informasi

5
Sulkarnain, A.Md.Kom.,S.Sos.

Ketua Prodi Teknik Informatika

6
Bahri Halim, A.Md.Kom.


Sekretaris Prodi Sistem Informasi
7
Fathuddin, S.Pd.



Sekretaris Ketua Prodi Teknik Informatika
8
Safaruddin, S.Kom.


Kepala Lab. Komputer

9
Irmawati Ahung



Bagian Akademik (BAK)

10
Indah Wahyuni



Staf Umum


11
Muhammad Yunus



Teknisi Lab. Komputer

12
Muhammad Aras



Teknisi Lab. Komputer


A.4           Adanya Masalah
Masalah yang muncul apabila  Kualitas Pembelajaran tidak di tingkatkan
1.      Kurangnya keterbukaan antara Dosen dan Mahasiswa;
2.      Kurangnya daya serap materi yang di berikan kepada mahasiswa;
3.      Sulit untuk meningkatkan nama baik Universitas;
4.      Kualitas lulusan akan tidak berkualitas ;
5.      Kurangnya rasa keperdulian serta keakraban antara Mahasiswa dan Dosen;
6.      Mahasiswa akan merasa jenuh dengan materi yang di berikan;
7.      Kurang pemahaman dalam penyelesaian tugas.

A.5           Pentingnya masalah untuk di pecahkan
                               Masalah tersebut sangat penting untuk di pecahkan guna untuk peningkatan mutu pendidikan serta menjadikan universitas yang berkualitas serta menjadikan mahasiswa semangat untuk membuka pikiran untuk pendidikan maka akan menciptakan sarjana yang berkualitas, cerdas dan bermasyarakat.

B.     Ruang Lingkup Makalah
Meliputi:
1.      Program pengembangan kopetensi dosen
a.       Pengembangan kompetensi pedagogis
b.      Pengembangan kompetensi teknik informasi
c.       Pengembangan kompetensi manajemen/administrasi
d.      Pengembangan kompetensi kurikulum
e.       Pengembangan kompetensi ilmiah (riset dan publikasi)
f.       Pengembangan kompetensi evaluasi
g.      Pengembangan kompetensi personal.


C.     Tujuan Penulisan
Makalah ini kami tulis dengan tujuan sebagai berikut:
1.      Memenuhi tugas dari Dosen pembimbing;
2.      Memperluas wawasan dalam menyelesaikan tugas;
3.      Untuk pemperoleh berbagai reverensi dari berbagai sumber yang berkaitan tentang pembelajaran;
4.      Menciptakan keterbukaan pemikiran untuk berbgai pendapat;
5.       Serta agar metu pembelajaran di Fakultas Ilmu Komputer dapat ditingkatkan.


D.    Manfaat Penulisan
                                    Ada pun manfaat penulisan makalah ini yaitu Untuk memenuhi kewajiban  sebagai mahasiswa, sebagai Metode untuk menyampaikan pendapat yang berkaitan tentang pembelajaran Dosen pembimbing, Untuk memperluas wawasan, Untuk meningkatkan kualitas Dosen dan Mahasiswa, Serta untuk mendapatkan nilai dari hasil tugas.

BAB II
PEMBAHASAN


A.     Pembahasan Ruang Lingkup
Kualitas pembelejaran Dosen
Profesi dosen sesungguhnya menunjuk pada upaya-upaya yang dilakukan oleh tenaga pengajar sebagai realisasi dari peran selaku pendidik dan pembelajar di perguruan tinggi.Dengan demikian, pengembangan profesionalisme dosen dapat diartikan usaha yang luas untuk meningkatkan kompetensi, kualitas pembelajaran dan peran akademis tenaga pengajar di perguruan tinggi.
Para pakar pendidikan mengemukakan berbagai pendapat tentang program pengembangan profesi dosen ini. Menurut J.G. Gaff  dan Doughty, sebagaimana dikutip Miarso, terdapat tiga usaha yang saling berkaitan, yaitu pengembangan instruksional (instructional development = ID), pengembangan organisasi (organization development = OD), dan pengembangan profesional (professional development = PD). Bergquist dan Philips berpendapat bahwa pengembangan tenaga dosen merupakan bagian inti dari pengembangan kelembagaan (institutional development), dan meliputi sebagian dari pengembangan personal, pengembangan profesional, pengembangan organisasi, dan pengembangan masyarakat.
Sementara Nur Syam mengemukakan, pengembangan profesi dosen meliputi empat kompetensi, yaitu:
1.      Kompetensi pedagogis atau kemampuan dosen mengelola pembelajaran
2.      Kompetensi kepribadian atau standar kewibawaan, kedewasaan, dan  keteladanan
3.      Kompetensi profesional atau kemampuan dosen untuk menguasai content dan metodologi pembelajaran
4.      Kompetensi sosial atau kemampuan dosen untuk melakukan komunikasi sosial, baik dengan mahasiswa maupun masyarakat luas.
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat dirumuskan setidaknya tujuh bidang kompetensi berikut strategi pengembangannya melalui program-program tertentu yang mendukung peningkatan bidang-bidang kompetensi tersebut. Tujuh bidang kompetensi yang dimaksud adalah:
1.      Pengembangan kompetensi pedagogis
2.      Pengembangan kompetensi teknik informasi
3.      Pengembangan kompetensi manajemen/administrasi
4.      Pengembangan kompetensi kurikulum
5.      Pengembangan kompetensi ilmiah (riset dan publikasi)
6.      Pengembangan kompetensi evaluasi
7.      Pengembangan kompetensi personal.

1.       Pengembangan Kompetensi Pedagogis
Kompetensi pedagogis atau kemampuan dosen mengelola pembelajaran merupakan tulang punggung keberhasilan proses pendidikan di perguruan tinggi. Kompetensi pedagogis ini terkait dengan cara mengajar yang baik dan tepat, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Seorang dosen, selain harus memiliki kepakaran di bidang keilmuannya, juga harus menguasai teori-teori dan teknik pengajaran serta aplikasinya dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Sebab itu, peningkatan kemampuan di bidang ini merupakan hal utama dalam pengembangan profesionalisme dosen.
Beberapa perguruan tinggi di Amerika Serikat mengukur kualitas sebuah fakultas melalui kemampuan para dosennya dalam mengelola proses pembelajaran. Demikian pula mata kuliah yang diberikan kepada mahasiswa juga disesuaikan dengan kemampuan pedagogis para dosennya. Dosen tidak hanya dinilai dari penguasaan terhadap bidang studinya atau pengembangan teori-teori ilmiahnya, namun juga pada kemampuannya mengajar serta mengelola pembelajaran di dalam kelas yang mencakup pendekatan, strategi, metode, dan seni mengajarnya.
Untuk meningkatkan kemampuan pedagogis ini, para tenaga dosen perlu diberikan pelatihan yang terkait dengan metode pengajaran di perguruan tinggi yang meliputi:
a.       Metode Diskusi (Discussion Method). Metode ini lebih efektif dari metode ceramah, karena diskusi menuntut mental dan pikiran serta tukar menukar pendapat. Selain itu, diskusi juga lebih komunikatif, mampu menjelaskan hal-hal yang masih semu, dan mampu mengungkap tingkat keaktifan setiap mahasiswa.
b.      Metode Studi Kasus (The Case Method). Metode ini relevan terutama untuk program studi yang menekankan penerapan suatu hukum terhadap suatu kasus, misalnya di fakultas hukum atau fakultas pertanian, dan lain-lain. Suatu kasus dijadikan bahan untuk diskusi mahasiswa di bawah bimbingan dosen.
c.       Metode Tutorial (Tutorial Method). Metode ini berupa penugasan kepada beberapa mahasiswa tentang suatu objek tertentu, lalu mereka mendiskusikannya dengan pakar di bidangnya untuk memastikan validitas pemahaman mereka tentang objek tersebut.
d.      Metode Tim Pengajar (Team Teaching Method). Salah satu bentuk dari metode ini adalah sekurang-kurangnya dua orang dosen mengajar satu materi kuliah yang sama dalam waktu yang sama pula, namun dengan pokok bahasan yang saling melengkapi.
e.       Metode Ceramah. Metode ini muncul paling awal dan banyak digunakan terutama jika mahasiswa dalam satu kelas sangat banyak.

2.      Pengembangan Kompetensi Teknik Informasi
Ini disebut dengan zaman teknologi informasi. Perkembangan teknologi informasi yang demikian cepat merupakan tantangan baru bagi para praktisi pendidikan, termasuk dosen. Para pakar pendidikan memandang bahwa penguasaan para dosen terhadap teknologi informasi sangat berpengaruh terhadap kesuksesannya dalam mengelola pembelajaran di perguruan tinggi.
Sebab itu, para dosen perlu diberikan pelatihan penggunaan berbagai macam teknologi informasi yang tersedia saat ini, mulai dari komputer, televisi, telepon, video conference, hingga dunia internet. Pengembangan kemampuan memanfaatkan teknologi informasi ini dibutuhkan dalam perencanaan pendidikan, terutama yang terkait dengan analisis, desain, implementasi, manajemen, hingga evaluasi instruksional pendidikan.
Untuk pengembangan kemampuan teknologi informasi ini dibutuhkan beberapa hal berikut:
a.       Ketersediaan fasilitas teknologi berikut perlengkapannya, baik berupa komputer, video, proyektor, perlengkapan internet, dan sebagainya.
b.      Ketersediaan isi serta bahan-bahan terkait metode penggunaan teknologi informasi tersebut untuk mendukung metode pengajaran dan pelaksanaan kurikulum pendidikan.
c.       Penyelenggaraan pelatihan bagi para dosen tentang cara penggunaan alat-alat teknologi informasi tersebut, sehingga pada saatnya mereka dapat mengajarkannya juga kepada para mahasiswa. Dengan demikian, proses pembelajaran akan berlangsung lebih efektif dan produktif.

3.      Pengembangan Kompetensi Manajemen/Administrasi
Sistem manajemen perguruan tinggi berbeda dengan manajemen di lembaga-lembaga lainnya. Di lingkungan perguruan tinggi terdapat komunitas berbeda yang saling terkait, yaitu mahasiswa, dosen, pegawai, dan para pekerja. Mereka semua diatur oleh pimpinan. Demikian pula model manajemen yang diterapkan di sebuah perguruan tinggi mengalami perubahan berdasarkan perkembangan perguruan tinggi tersebut. Manajemen di perguruan tinggi yang baru didirikan berbeda dengan manajemen di perguruan tinggi yang sudah maju.
Dengan asumsi ini, para dosen sebagai bagian utama dari perguruan tinggi, sesungguhnya dibutuhkan untuk terlibat secara langsung dalam mengelola perguruan tinggi, baik pada level pimpinan universitas, fakultas, jurusan, program studi, maupun tim-tim yang dibentuk khusus untuk tujuan tertentu. Sebab itu, pengembangan kemampuan manajemen sangat penting bagi para dosen. Jika mereka diharapkan untuk memberikan kontribusi signifikan dalam pengelolaan perguruan tinggi, maka kemampuan administrasi dan manajemen mereka perlu terus ditingkatkan. 
Untuk menunjang kemampuan manajemen para dosen, perlu diberikan pelatihan intensif dan berkesinambungan mengenai manajemen/administrasi umum, administrasi/manajemen perguruan tinggi, perumusan strategi pendidikan, dasar-dasar perencanaan pendidikan, manajemen kurikulum, pengambilan keputusan, administrasi/manajemen kepegawaian, manajemen sumber daya manusia, manajemen konflik,  penyusunan program berikut pelaksanaannya, hubungan masyarakat, dan sebagainya.

4.      Pengembangan Kompetensi Kurikulum
Kurikulum merupakan fundamen yang sangat penting untuk mencetak mahasiswa yang berkualitas tinggi. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang kandungannya memperhatikan kemampuan peserta didik serta mampu mendorong kemampuan mereka menjadi daya kreatif dan inovatif. Di sinilah salah satu peran penting para dosen. Mereka adalah kunci pembuka pengembangan kurikulum, karena merekalah yang paling menguasai secara mendalam masing-masing disiplin keilmuan.
Namun penguasaan terhadap suatu disiplin ilmu bukanlah satu-satunya ukuran kesuksesan profesi seorang dosen. Mereka juga dituntut mampu merumuskan kurikulum yang dapat menciptakan para sarjana dengan prestasi akademik yang tinggi, berperilaku terhormat, serta berbudi baik. Karena itu, para dosen perlu diberikan kesempatan untuk mengikuti perkembangan terbaru bidang ilmu yang digelutinya agar mereka dapat merumuskan kurikulum uga berdasarkan perkembangan terbaru. Mereka juga perlu didukung secara moral dan dana untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bertujuan menciptakan kurikulum terbaik.  
Untuk meningkatkan kemampuan tenaga dosen dalam merumuskan kurikulum, perlu diselenggarakan kegiatan berupa:
a.       Pertemuan, baik seminar, lokakarya, maupun lainnya, yang tujuannya memperbarui pengetahuan para dosen tentang perkembangan terbaru di bidang disiplin ilmu tertentu. Pengetahuan itu akan menjadi bekal mereka dalam merumuskan kurikulum yang baik.
b.      Pelatihan cara menyusun rencana materi pengajaran. Tugas ini terbilang sulit terutama bagi para dosen baru. Tetapi ia sangat penting karena dapat membantu dosen mengatur kisi-kisi pengajarannya, seperti tujuan, isi, model, strategi, evaluasi dan referensi pengajaran.
c.       Pelatihan cara merancang rencana materi pengajaran berdasarkan tujuan dan target dari masing-masing materi pelajaran, serta unsur-unsur rencana pengajaran.
d.      Pertemuan, baik seminar, lokakarya, maupun lainnya, yang diadakan setelah pembaruan kurikulum dengan maksud menyatukan persepsi di antara para dosen tentang metode dan cara yang efektif untuk menjalankan kurikulum tersebut agar berhasil seperti yang diharapkan. Dengan pertemuan tersebut akan terjadi harmoni antara kurikulum baru dengan perkembangan pengetahuan para dosen.

5.      Pengembangan Kompetensi Ilmiah (Riset dan Publikasi)
Salah satu tugas pokok perguruan tinggi adalah mengembangkan ilmu pengetahuan. Tugas tersebut direalisasikan melalui pengkajian dan riset-riset ilmiah yang dilakukan oleh komunitas akademik yang terdapat di dalamnya, terutama para dosen. Dengan demikian tugas para dosen tidak terbatas pada kegiatan mengajar saja. Mereka juga dituntut terus melakukan riset-riset ilmiah secara serius dalam bidang yang digelutinya agar dapat menyumbang dan memperkaya ilmu pengetahuan.
Di negara maju seperti Amerika Serikat, para dosen diharuskan untuk terus melakukan penelitian dan menerbitkan karya-karya merekamelalui jurnal-jurnal ilmiah atau buku.Seorang dosen yang tidak lagi meneliti dan menerbitkan karya ilmiahnya akan diberhentikan oleh universitas meskipun dia telah bekerja dalam waktu yang lama. Slogan yang jamak didengar di perguruan tinggi Amerika tentang hal ini adalah: " terbitkan karya atau karir binasa (publish or perish)".
            Beberapa indikator yang umumnya dipakai untuk menilai produktivitas ilmiah seorang dosen adalah jumlah dan kualitas publikasi ilmiahnya, penghargaan dan pengakuan atas karya maupun integritas ilmiahnya, serta tingkat aktivitas ilmiahnya, seperti keanggotaannya di lembaga-lembaga ilmiah dan partisipasinya dalam seminar, lokakarya dan kegiatan ilmiah lainnya.
            Di antara program yang perlu dilaksanakan untuk mengembangkan produktivitas ilmiah para dosen adalah:
a.       Pelatihan metodologi dan etika penelitian ilmiah dengan segala aspeknya terutama yang terkait dengan disiplin ilmu masing-masing kelompok dosen.
b.      Penyediaan sarana dan fasilitas yang dibutuhkan untuk penelitian, seperti komputer, laboratorium, perpustakaan yang lengkap, dan sebagainya
c.       Pengaturan beban jam mengajar para dosen agar mereka mempunyai kesempatan untuk menulis buku, menghadiri seminar, atau melakukan semua proses penelitian
d.      Mendukung dana atau membantu menghubungkan dengan lembaga yang dapat membiayai proyek penelitian mereka.

6.      Pengembangan Kompetensi Evaluasi
Perguruan tinggi adalah salah satu lembaga pendidikan yang menjadikan evaluasi sebagai salah satu cara mengembangakan kualitasnya. Hal itu karena evaluasi yang benar merupakan salah satu cara terbaik untuk mengembangkan proses pembelajaran. Dengan evaluasi yang benar akan diketahui secara objektif kelebihan dan kekurangan sebuah sistem pembelajaran sehingga program pengembangan ataupun perbaikan dapat dirumuskan dengan tepat. Begitu pula, melalui evaluasi akan diketahui sejauh mana sebuah perguruan tinggi dapat mewujudkan tujuan dan target yang telah dicetuskan saat pendiriannya. Sebab itu, untuk mengembangkan mutu perguruan tinggi, dibutuhkan evaluasi yang benar dan akurat terhadap dosen, kurikulum, sistem manajemen, mahasiswa, dan elemen-elemen pokok lainnya.
Dalam proses evaluasi pendidikan di perguruan tinggi ini, para tenaga dosen memiliki peran yang sangat penting, karena merekalah yang berhak menilai dan menimbang kualitas pembelajaran yang mereka berikan atau yang berlaku di universitas tempat mereka mengabdikan diri. Selain sebagai pihak yang mengevaluasi, para dosen juga merupakan objek evaluasi. Kinerja mereka sebagai tenaga pengajar juga dinilai untuk diperbaiki atau diberi penghargaan berupa kenaikan pangkat. 
Karena itu, untuk mengembangkan kemampuan dosen dalam melakukan evaluasi pendidikan, perlu diadakan:
a.       Pelatihan tentang filosofi dan teori-teori evaluasi modern dalam bidang pendidikan agar dosen menyadari bahwa evaluasi merupakan bagian yang inheren dan penting dalam proses pendidikan. Selain itu agar mereka memahami mekanisme evaluasi pendidikan yang benar.
b.      Pelatihan tentang teknik-teknik dan model-model evaluasi untuk kemudian menentukan metode evaluasi yang kuratif demi perbaikan dan pengembangan program-program akademis selanjutnya
c.       Pelatihan tentang cara menyusun rencana evaluasi dan mekanisme implementasinya, baik untuk menilai kinerja dosen sendiri maupun tingkat capaian mahasiswa secara objektif,  menetapkan standar dan kriteria, serta melakukan pengujian-pengujian terhadap pelaksanaan program-program akademis di perguruan tinggi.

7.      Pengembangan Kompetensi Personal
Di era globalisasi seperti sekarang ini, di mana dunia berubah begitu cepat, perguruan tinggi dihadapkan pada tantangan yang lebih kompleks. Berkat kemajuan sains dan teknologi, metodologi pendidikan juga melaju pesat dengan bertumpu pada metode serta teknologi mutakhir. Di tengah situasi ini, tidak ada jalan lain bagi perguruan tinggi kecuali memulai merumuskan program pengembangan komprehensif, termasuk peningkatan profesionalisme para dosennya.
Sebagai salah satu pilar utama perguruan tinggi, tingkat kemampuan dan integritas personal para dosen menjadi salah satu faktor yang menentukan optimalisasi proses pendidikan dan pengajaran di perguruan tinggi. Jika para dosen tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta perubahan metode atau teknologi pendidikan yang berubah cepat, maka yang terancam bukan hanya masa depan para lulusannya, tetapi juga eksistensi dan masa depan perguruan tinggi tersebut. Karena itu, dosen dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan ilmiah dan kepribadiannya melalui berbagai upaya yang mungkin dilakukannya.
Sebenarnya tidak ada program khusus untuk mengembangkan integritas personal para dosen. Setiap dosen berhak menentukan program apa yang dibutuhkan untuk mengembangkan profesionalismenya. Semua program pengembangan yang telah dijelaskan sebelum ini misalnya, pada dasarnya merupakan program-program yang mengacu pada pengembangan integritas personal dosen. Seorang dosen dapat memilih salah satunya atau menambahkan program lain yang dipandangnya relevan untuk dirinya.
Meski demikian, beberapa pakar pendidikan mengemukakan program-program yang perlu dilakukan para dosen dalam rangka melejitkan potensi dan kemampuan dirinya. Program-program ini mendorong para dosen untuk:
a.       Sesering mungkin berpartisipasi dalam seminar atau konferensi yang terkait displin keilmuannya, baik di tingkat nasional maupun internasional.
b.      Melakukan studi komparatif ke perguruan tinggi atau lembaga pendidikan lainnya di dalam dan luar negeri untuk mengetahui serta belajar dari pengalaman lembaga-lembaga pendidikan lain tersebut
c.       Berusaha membentuk semacam asosiasi para pakar atau organisasi profesi di bidang keilmuannya untuk kemudian menggelar kegiatan-kegiatan ilmiah serta menerbitkan jurnal-jurnal ilmiah
d.      Menyusun program-program pelatihan dan proyek-proyek penelitian berskala nasional dan internasional bekerjasama dengan lembaga-lembaga ilmiah di dalam atau di luar negeri.
e.       Memanfaatkan kerjasama yang sudah terjalin dengan lembaga-lembaga nasional maupun internasional dalam rangka internasionalisasi perguruan tinggi dan pengabdian terhadap kemanusiaan secara umum.
f.       Terkait dengan etika pribadi, seorang dosen dituntut untuk mencintai kebenaran dan selalu berusaha menemukan kebenaran-kebenaran baru, toleran terhadap perbedaan pendapat, adil, jujur serta bertanggung jawab.
Program-program tersebut lebih banyak menekankan pada upaya pribadi dosen, karena sejatinya program pengembangan integritas personal dosen tidak harus selalu mengacu pada program yang disiapkan perguruan tinggi, tapi juga membutuhkan inisiatif internal dan usaha keras dari dalam diri masing-masing dosen. 
Salah satu cita-cita perguruan tinggi di Indonesia adalah menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional (world class university).  Cita-cita ini membutuhkan kerja keras dari seluruh elemen perguruan tinggi untuk memperbaiki dan mengembangkan kualitas pembelajarannya. Salah satu program pengembangan yang seharusnya mendapat prioritas adalah pengembangan profesionalisme dosen sebagai elemen pokok perguruan tinggi. Pengembangan profesionalisme dosen ini sangat penting untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi di Indonesia.



B. Solusi
Solusi yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan program-program pengembangan tersebut adalah:
1.      Jika terdapat permasalahan antara dosen dan mahasiswa harus di berikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat untuk menyelesaikan masalah tersebut.
2.      Pihak kampus herus dapat memberikan kesejahteraan kepada para dosen agar tercipta semangan untuk peningkatan kualitas pendidikan.
3.      Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang bertujuan menambah wawasan dan pengetahuan para dosen, baik yang terkait dengan disiplin ilmu yang ditekuninya maupun keahlian pedagogi dan kependidikan secara umum.
4.      Pendirian lembaga atau pusat-pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan profesi akademis, termasuk profesi dosen, yang prioritas kegiatannya terkait dengan pelaksanaan riset-riset ilmiah dan pelatihan peningkatan kompetensi akademis.
5.      Kerjasama ilmiah dengan perguruan tinggi lain, baik berupa pertukaran dosen, riset bersama (join research), maupun program double degree. Kerjasama ilmiah ini juga bisa dilakukan antara perguruan tinggi dengan pusat-pusat penelitian, atau perusahaan-perusahaan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

-          Tanggapan
-          I Putu Sudarmawan
Menurut saya untuk meningkatkan kualitas tenaga pengajar/Dosen karena majunya kualitas pendidikan di Perguruan Tinggi adalah Dosen yang berkualitas. Jika Universitas Tomakaka Mamuju menerapkan pada pembahasan tersebut saya yakin Universitas Tomakaka Mamuju akan menjadi Universitas populer.

-          I Wayan Robi
Jika Universitas Tomakaka Mamuju ingin memiliki kualitas belajar mengajar yang yang baik haruslah memiliki aspek-aspek yang telah di bahas pada Bab II
-          Niluh Eka Ariani
Dosen agar lebih kreatif dalam mengajar untuk meningkatkan kualitas Mahasiswa agar bisa lebih dikembangkan dalam masyarakat.



-          Anik Yenita
saya berharap dengan disusunnya makalah ini, dapat menjadi sebuah kritik bagi para tenaga pendidik, khususnya di Universitas Tomakaka Mamuju untuk meningkatkan kualitas belajarmengajar.


BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Program-program tersebut perlu dilaksanakan secara teratur dan berkesinambungan agar betul-betul tercipta para dosen yang berkualitas tinggi dan mampu mendorong kemajuan perguruan tinggi.
Yang mana program-program tersebut merupakan Tujuh bidang kompetensi di antaranya meliputi:
1.      Pengembangan kompetensi pedagogis
2.      Pengembangan kompetensi teknik informasi
3.      Pengembangan kompetensi manajemen/administrasi
4.      Pengembangan kompetensi kurikulum
5.      Pengembangan kompetensi ilmiah (riset dan publikasi)
6.      Pengembangan kompetensi evaluasi
7.      Pengembangan kompetensi personal.
Dengan usaha yang sungguh-sungguh dari perguruan tinggi untuk mengembangkan profesionalisme para dosennya, diharapkan akan tercipta para dosen yang mampu menjalankan tugasnya secara profesional, yaitu mencetak para ilmuwan dan tenaga ahli di berbagai bidang, mencerdaskan kehidupan bangsa dalam arti yang seluas-luasnya, serta mengembangkan pribadi-pribadi manusia Indonesia seutuhnya. Dengan demikian kita bisa berharap dari rahim perguruan tinggi akan lahir para pemimpin dan generasi bangsa yang mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju dan bermartabat.

B.      Saran
Untuk semua Universitas khususnya Universitas tomakaka mamuju, Kami selaku penulis sangat mengharapkan kerjasamanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui program-program yang mana telah dibahas demi terciptanya sarjana yang berkualitas.


                                                                                           
C.     Penutup
Demikian makalah yang kami susun semoga bermanfaat untuk kemajuan Universitas Tomakaka Mamuju dalam mencetak sarjana muda yang berkualitas sebagai generasi penerus yang maju serta memiliki sikap kedewasaan dalam menyelesaikan berbagai macam masalah di masyarakat.

Pesan
Kami harapkan dari sekian materi yang telah kita bahas semoga dapat kita mengerti serta kita terapkan dalam sebuah Universitas, yang mana peranan seorang Dosen sangat penting dalam peningkatan sebuah Universtas .

Kesan
Kami mengucapkan banyak terimakasih dimana kami telah diberi ksempatan untuk menguraikan karya tulis kami, Lebih dan kurangnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya . Akhir kata saya ucapkan terimakasih.



CURRICULUM VITAE

DATA PRIBADI
Nama                                      : I Putu Sudarmawan
Tempat/Tanggal Lahir           : Mamuju 28 Agustus 1994
Jenis Kelamin                         : Laki-Laki
Agama                                    : Hindu
Tinggi Badan                          : 160 cm
Berat Badan                            : 49 Kg
Alamat                                    : Desa Bambadaru
Hp                                          : 0852 9971 5062
E-mail                                     : smawan28@yahoo.com

DATA PENDIDIKAN
SD                                          : SD Inpres Bambadaru,Tahun 2007
SMP                                        : SMP Negeri 5 Budong-Budong, Tahun 2010
SMA                                       : SMA Negeri 1 Tobadak, Tahun 3013

KEMAMPUAN
Informasi Tehnologi               : Microsoft Word dan Excel
Bahasa                                    : Indonesia



DATA PRIBADI
Nama                                      : I Wayan Robi
Tempat/Tanggal Lahir           : Tappilina 10 Oktober 1994
Jenis Kelamin                         : Laki-Laki
Agama                                    : Hindu
Tinggi Badan                          : 160 cm
Berat Badan                            : 150 kg
Alamat                                    : Desa Tappilina
Hp                                          : 0823 9391 0931
E-mail                                     :

DATA PENDIDIKAN
SD                                          : SD Inpres Tappilina Tahun 2007
SMP                                        : SMP Negeri 7 Budong-budong 2010
SMA                                       : SMA Negeri 1 Topoyo Tahun 2013

KEMAMPUAN
Informasi Tehnologi               : Microsoft Word dan Excel
Bahasa                                    : Indonesia




DATA PRIBADI
Nama                                      : Niluh Eka Ariani
Tempat/Tanggal Lahir           : Tobadak 14 february 1995
Jenis Kelamin                         : Perempuan
Agama                                    : Hindu
Tinggi Badan                          : 160 cm
Berat Badan                            : 46 kg
Alamat                                    : Desa Palongaan
Hp                                          : 0822 9856 5229
E-mail                                     : ekhaariani14@gmail.com

DATA PENDIDIKAN
SD                                          : SD Inpres Bambadaru,Tahun 2007
SMP                                        : SMP Negeri 5 Budong-Budong, Tahun 2010
SMA                                       : SMA Negeri 1 Tobadak, Tahun 2013

KEMAMPUAN
Informasi Tehnologi               : Microsoft Word dan Excel
Bahasa                                    : Indonesia




DATA PRIBADI
Nama                                      : Anik Yenita
Tempat/Tanggal Lahir           : Mamuju 30 Maret 1995
Jenis Kelamin                         : Perempuan
Agama                                    : Hindu
Tinggi Badan                          : 157 cm
Berat Badan                            : 45 kg
Alamat                                    : Desa Palongaan
Hp                                          : 0822 9217 1569
E-mail                                     :

DATA PENDIDIKAN
SD                                          : SD Inpres Palongaan Tahun 2007
SMP                                        : SMP Negeri 5 Budong-Budong, Tahun 2010
SMA                                       : SMA Negeri 1 Tobadak, Tahun 2013

KEMAMPUAN
Informasi Tehnologi               : Microsoft Word dan Excel
Bahasa                                    : Indonesia


DAFTAR PUSTAKA
2.       DUniversitas Tomakaka Mamuju 2009-2014

































DOKUMENTASI BERSAMA ANGGOTA KELOMPOK
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar